BIZ KAKI LIMA BIZ KULINER BIZ RESTO BIZ RUMAHAN NEWS

Kamu Pernah Coba Kasoami? Ini Loh Olahan Singkong yang Sudah Berlayar ke Penjuru Lautan!

BIZ KULINER – Kasoami, kasuami sebagian orang Wakatobi menyebutnya soami, adalah makanan pokok, olahan dari singkong yang hingga kini masih setia muncul di piring makan orang-orang pulau Wakatobi, Muna, Buton, Sulawesi Tenggara. Kasoami juga menemani para pelaut ulung dari wilayah tersebut, berlayar ke berbagai penjuru lautan.

Bahkan kini, sejumlah anak muda di Pulau Tomia, Wakatobi, menjadikan Kasoami dan fusese (anggur laut) sebagai menu andalan mereka. Paduan yang dasyat dan penuh nutrisi.

Kasoami berasal dari singkong (ubi kayu) banyak tumbuh di kepulauan Wakatobi, pulau Buton dan pulau Muna yang kondisinya berkapur dan cenderung kering. Kadang secara bercanda, beberapa orang menyebut kondisi ladangnya adalah batu bertanah bukan tanah berbatu.

Dilansir dari Indonesia Berseru, masyarakat mensiasati kondisi tersebut dengan cara bertanam diceruk-ceruk batu karang, yang kemudian diisi tanah dan ditimbun dengan dedaunan kering yang nantinya berfungsi sebagai kompos penyubur tanah.

Singkong yang dapat tumbuh baik di kondisi tersebut membuat kasoami yang menjadi salah satu makanan pokok masyarakat pulau, selain jagung dan umbi-umbian serta beberapa biji-bijian lain seperti jewawut yang kini kian jarang ditemukan di ladang masyarakat.

Kemudian, transportasi yang semakin lancar dengan daratan Pulau Sulawesi membawa dampak masyarakat kian mudahnya mendapatkan beras, dan nasi pun menjadi sumber karbohidrat utama menggeser kasoami dan pangan lokal lainnya. Tetapi beras harus selalu dibeli, sementara kasoami bisa dibuat sendiri.

Nama kasoami artinya makanan dari ubi kayu yang diolah dengan uap panas atau soa bahasa lokalnya. Bentuk Kasoami yang dikonsumsi sehari-hari seperti tumpeng kecil. Sedangkan yang menjadi bekal berlayar, karena tahan hingga 3 bulan disebut kasoami pepe. Kasoami pepe berbentuk pipih, dengan campuran minyak dan bawang agar awet dan gurih.

Perkumpulan Indonesia Berseru
Cara membuat kasoami secara umum dikuasai oleh setiap rumah tangga, meski pun kini karena bukan sumber karbohidrat utama, sebagian orang memilih membeli kasoami di warung dari pada membuat sendiri. Kepraktisan menjadi alasannya. Kasoami dibuat dengan cara memarut singkong yang sudah cukup tua.

Parutan singkong ini dimasukkan kedalam karung bersih kemudian diperas airnya agar kering. Di Wakatobi biasanya karung ditindih dengan batu berat selama 1-3 jam. Ada juga alat yang seperti pemeras jeruk besar, namanya Opiah. Kita bisa duduk di ujung satunya agar proses pengeringan parutan singkong semakin cepat. Setelah air tiris, singkong parut yang relatif kering ini, disebut Kaopi atau Opi, akan diayak dengan saringan bambu untuk memisahkan bagian yang halus dengan kasar.

Tujuannya agar nanti saat matangnya merata. Parutan singkong dimasukkan kedalam cetakan dari anyaman daun kelapa yang berbentuk kerucut, dan di masukkan ke dalam periuk kukusan, selama 15 menit. Jika saat ditusuk kasoami sudah kenyal tandanya sudah matang. Kasoami biasa dinikmati dengan parende, sup ikan khas Sulawesi Tenggara, ikan bakar, ikan pindang dan lauk pauk lainnya seperti saat kita makan nasi.

Untuk dijadikan kasoami pepe, kasoami yang sudah dikukus tadi ditambahkan bawang goreng dan minyak lalu ditekan-tekan atau digeprek sampai lumat dan bisa dibentuk sesuai selera. Biasanya berbentuk lempengan kotak.

Saat ini, seperti yang terjadi pada pangan lokal di berbagai wilayah Indonesia lainnya, kasoami memang banyak lebih banyak dicari oleh orang-orang tua. Selain memang lidah mereka sudah terbiasa dengan kasoami sejak kecil, menurut para warga senior kasoami dapat menahan lapar lebih lama. Sementara, anak-anak muda dan anak yang lebih kecil meski tetap mengkonsumsi kasoami, cenderung tetapi tidak secara khusus mencari kasoami jika dihadapannya tersedia nasi sebagai sumber karbohidrat. Perkenalan dengan nasi membuat generasi yang lebih muda merasa kasoami kurang manis dibandingkan nasi, karena kadar gula nasi memang lebih tinggi.

Tetapi dalam proses adat di Buton terutama, kasoami menjadi makanan pokok yang harus hadir, dan jauh lebih penting dibandingkan beras atau pun jagung.

Kedai Fusese, memadukan kasoami dan anggur laut

Kasoami tetap mendapat tempat khusus di lidah dan perut masyarakat Sulawesi Tenggara. Selalu dicari saat pulang ke kampung, atau saat sudah terlalu lama tidak menikmati kasoami. Melihat kecenderungan ini, sejumlah anak muda di Desa Temmoanne, Pulau Tomia, Wakatobi menjadikan kasoami sebagai menu utama yang disajikan di kedai bersama yang mereka namakan Fusese. Lauk pendamping kasoaminya yang sangat berbeda dan luar biasa, fusese, atau anggur laut segar yang kaya gizi.

Anggur laut (Caulerpa racemosa) atau fusese bahasa lokal Pulau Tomia Wakatobi, latoh (sebutan di pesisir Jawa), Bulung Boni di Bali , umi budo (sebutan di Jepang) merupakan satu dari 500 spesies rumput laut yang hidup di perairan Indonesia.

Biasa dikonsumsi dalam bentuk segar untuk salad ataupun urap-urap. Anggur laut mengandung protein yang cukup tinggi mencapai 21% dengan residu asam amino asam aspartate dan asam glutamate yang tinggi, dimana kedua asam amino tersebut adalah penghasil rasa umami atau gurih dengan aroma seafood yang khas. Tak heran anggur laut juga disebut sebagai green caviar.

Ramuan fusese sebagai lauk kasoami dibuat langsung saat ingin disantap. Potongan cabai, bawang dengan perasan jeruk nipis disiramkan ke atas fusese yang sudah dicuci bersih. Peminatnya cukup banyak, kadang kawan-kawan muda kesulitan mendapatkan fusese karena musim atau perairan tempat fusese tumbuh tidak lagi bersih sehingga berkurang.

Perkumpulan Indonesia Berseru
Saat ini, kedai fusese yang lokasinya dipinggir pantai ini, dengan pemandangan cantik saat matahari terbenam sedang membenahi diri, agar menu-menu dan kerja sama anak muda untuk mengolah pangan lokal makin ciamik dan menggerakkan ekonomi lokal. Semoga mereka bisa segera menyajikan masakan super enak, sehat dan mewah ini ya saat kawan-kawan berkunjung ke Wakatobi.

Potensi anggur laut

Perkumpulan Indonesia Berseru
Saat ini, para peneliti Indonesia sedang mengolah anggur laut agar bisa berkompetisi dengan produk rumput laut yang sudah terkenal di Jepang seperti wakame dan nori.

Melihat karakteristik dari anggur laut, maka salah satu produk turunan yang dapat ditawarkan adalah saus anggur laut. Hasil penelitian penelitian Amin et al. (2021) menunjukkan saus anggur laut memiliki kombinasi rasa seafood dan bread yang membuat produk saus ini dapat diterima oleh konsumen.

Kalau mau melihat harga anggur laut di pasaran lokal, sila di cek di market place. Ada yang menjualnya hingga Rp.170.000,- per 500 gram. Manfaat kesehatan dan kecantikan dari anggur laut memang membuat si hijau ini diburu banyak orang. Tetapi teman-teman bisa mendapatkan produk segar bermanfaat ini di sejumlah pasar tradisional di wilayah pesisir, diantaranya di Rembang, Bali, Makassar, Lombok. Kalau kawan-kawan menemukan di pasar tradisonal lain, mari berbagi lokasinya disini, agar makin banyak orang yang bisa menikmati pangan lokal sehat dan enak.

Tinggalkan Balasan