BIZ HOBBY BIZ NET NEWS

Mahasiswa Asal Semarang ini Raup Rp1,5 Miliar dari Jual Foto Selfie Wajahnya

BIZ NET – Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Sultan Gustaf Al Ghozali, sukses meraup keuntungan hingga Rp1,5 miliar dari penjualan swafoto atau selfie dirinya yang dilakukannya setiap hari dalam lima tahun terakhir.

Menurut mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Udinus Semarang itu, terdapat 932 foto selfie dirinya yang terjual lewat Non Fungible Token (NFT) di platform Opensea.io.

Menurut dia, ratusan foto tersebut diunggahnya baru sekitar Desember 2021 lalu.

“Awalnya berpikir mungkin lucu kalau ada kolektor yang punya (foto) saya,” ujarnya di Semarang, Kamis (13/1).

Dia mengatakan foto-foto unggahannya itu, kemudian dipromosikan oleh komunitas NFT Indo. “Harga awal yang saya tawarkan sekitar USD3 (Rp42.000),” tambahnya.

Namun kemudian, banyak kolektor yang membeli, termasuk sejumlah pesohor tanah air.

Beberapa pesohor yang ikut membeli hasil jepretan swafoto yang dilakukannya setiap hari mulai 2017 hingga hari ini tersebut di antaranya koki selebritas Arnold Purnono atau yang lebih dikenal dengam Chef Arnold serta selebgram Reza Arab.

Dia menjelaskan nilai jual 932 foto yang dijual lewat NFT Opensea tersebut, mencapai Rp12 miliar. Lalu 10 persen dari hasil penjualan itu menjadi haknya.

Ada 932 swafoto Ghozali yang dibuatnya sejak dirinya lulus SMK hingga memasuki semester 7 kuliahnya di Udinus.

Ia menceritakan awal mula koleksi swafoto selama 5 tahun tersebut karena terinspirasi untuk membuat karya animasi timelapse.

Ghozali masih memiliki target untuk meneruskan koleksi swafotonya tersebut hingga lulus kuliah nanti.

Adapun uang hasil penjualan foto dirinya itu akan diinvestasikan untuk mewujudkan impiannya.

Usai lulus kuliah, pemuda 22 tahun ini berkeinginan untuk bekerja di studio animasi, sebelum nantinya memiliki studio animasinya sendiri.

Tentang NFT

NFT memang merupakan aset digital berbasis teknologi blockchain yang sedang populer di dunia kripto. Pasalnya, nilainya bisa mencapai puluhan juta USD.

Sebagian besar, NFT diperdagangkan memakai ether (ETH), koin buatan Ethereum. Seperti namanya, “non-fungible”, NFT merupakan aset digital yang mewakili barang berharga dengan nilai yang tak bisa ditukar atau digantikan.

Tiap NFT mengandung catatan transaksi dalam blockchain yang berisi data penciptanya, harga, serta histori kepemilikannya.

Lantas, apa perbedaan NFT dengan aset kripto lainnya?

Berangkat dari cryptocurrency, NFT punya bentuk, tujuan, dan penggunaan yang berbeda daripada aset kripto lain, misalnya Bitcoin. Pasalnya, tiap-tiap NFT hanya dibuat sekali dan tak bisa ditukarkan atau diperdagangkan dengan barang lain.

Sebab, nilainya dianggap tak sepadan.

NFT memiliki data unik seperti sidik jari yang bekerja untuk memudahkan verifikasi pemiliknya. Bahkan, pemilik NFT juga bisa menyimpan informasi tertentu seperti menempatkan tanda tangan pada karya seni mereka dengan memasukkannya ke dalam metadata NFT.

Sangat terbatas, kepemilikan NFT juga bersifat mutlak. Pemiliknya adalah satu-satunya pihak yang memiliki karya orisinil NFT meskipun ia punya hak cipta untuk memperbanyak karya. Pada dasarnya, pemilik NFT memiliki hak milik penuh.

Tak cuma itu, NFT juga tak bisa dibagi menjadi denominasi yang lebih kecil, seperti wei ETH atau satoshi BTC. Pasalnya, mereka ada sebagai suatu keseluruhan secara eksklusif.

Alasan Membludaknya Kepopuleran NFT

Pada 2017, sebenarnya NFT sudah mulai populer. Ada masa ketika game NFT pertama diluncurkan, yaitu CryptoKitties yang berbasis blockchain Ethereum. Game ini memungkinkan pemainnya untuk mengadopsi, memelihara, hingga memperdagangkan kucing virtual.

Pasar NFT mengalami perkembangan yang pesat mulai akhir Januari 2021.

Salah satu faktor kenaikan volume perdagangan NFT adalah peluncuran NBA Top Shot buatan Dapper Labs, pencipta CryptoKitties. Sejak saat itu, Timbul kekuatan NFT sebagai medium koleksi digital dan produk ini menjadi populer secara tiba-tiba.

Popularitas NFT sendiri kini masih sangat terbatas dalam industri, hobi, seni, atau hiburan. Pasalnya, para pengguna dan penggemar menganggap NFT sebagai era baru koleksi digital di mana mereka bisa mendukung artis, atlet, hingga musisi kesayangan tanpa perantara pihak ketiga.

NFT juga memungkinkan kreator, seniman, atau musisi mendapat keuntungan langsung dari karyanya karena tak ada potongan pihak ketiga. Contohnya, potongan dari perusahaan rekaman, distributor, penerbit, dan lainnya.

Penggunaan NFT

1. Konteks Karya Seni

Dengan NFT, karya yang dipublikasikan secara online akan lebih aman karena konten tidak akan dengan mudah tersebar beba dan diklaim dengan mudah. Hal ini tentu meminimalisir kerugian pembuatnya. Ada jaminan bagi seniman atas kepemilikan karyanya dan ini akan melawan pencurian kreatif hingga plagiarisme.

Harga dari aset NFT di sektor ini mencapai harga super tinggi. “Everydays-The First 5000 Days” karya Beeple menjadi karya NFT termahal yang terjual seharga USD69 juta dolar (Rp986,7 miliar/kurs Rp14.300 per USD) pada Maret 2021 lalu.

2. Konteks Bisnis

– Industri Olahraga dan Fashion

Masuk lewat kartu koleksi NBA Top Shot ketika penggemar bisa mengumpulkan cuplikan-cuplikan penting pertandingan favorit mereka, Jupiler Pro League hingga liga sepak bola Belgia juga telah bermitra dengan perusahaan game untuk NFT.

Perusahaan itu adalah Ubisoft dan startup Sorare yang meluncurkan game sepak bola fantasi berbasis NFT ini.

– Industri Tiket dan Keanggotaan

NFT menawarkan solusi untuk masalah calo yang membeli tiket sebanyak mungkin untuk dijual kembali dan kasus penipuan lewat calo atau jasa lainnya ketika tiket mudah dipalsukan. Sistem verifikasi dan identifikasi NFT membuatnya tak bisa diubah.

Salah satu perusahaan pengguna NFT sebagai kartu keanggotaannya adalah Kraken Kratom yang mencetak lima gambar NFT untuk memberi penggunanya kupon diskon khusus atau potongan seumur hidup.

– Sertifikat properti, lisensi, aset

Aset fisik semacam bukti kepemilikan rumah atau properti lain bisa dihubungkan dengan NFT. Sistem blockchain akan menyimpan akta kepemilikan fisik dengan proses verifikasi yang cepat. Sayang, implementasi NFT dalam hal ini masih sangat terbatas.

3. Konteks Hobi dan Hiburan

– Game NFT

Seperti yang banyak dicontohkan sebelumnya, pasar gaming berbasis NFT jadi salah satu sektor menjanjikan dalam dunia kripto. Beberapa game NFT yang sangat populer adalah CryptoKitties dan Axie Infinity.

– Koleksi

Selain game, NFT juga digunakan dalam pasar barang koleksi. Pasalnya, pasar NFT saat ini justru didominasi barang-barang yang bertujuan untuk dikoleksi. Contohnya, seperti cuplikan dari NBA Top Shot, kucing virtual CryptoKitties, sampai avatar-avatar unik CryptoPunks. Harga ketiga barang itu bisa mencapai jutaan dolar.

Koin NFT Berdasarkan Kapitalisasi Pasar

  1. Axie Infinity (AXS)

  2. Tezos (XTZ)

  3. The Sandbox (SAND)

  4. My Neighbor Alice (ALICE)

Bagaimana Jual Beli NFT?

Banyak marketplace yang menjual NFT. Pasar digital ini biasanya menawarkan NFT dalam berbagai bentuk. Sesuai platform, Anda bisa menggunakan aset kripto untuk membeli NFT. Misalnya, seperti CryptoPunks, Rarible, atau OpenSea yang hanya menerima pembayaran dengan Dolar dan ETH. Sementara itu, situs seperti NBA Top Shot memberikan kebebasan bagi penggunanya untuk membayar lewat beberapa jenis aset kripto.

Tinggalkan Balasan