BIZ FRESH NEWS

Hati-hati! Tidur Larut Malam Menyebabkan Penyakit Kardiovaskular

BIZ FRESH – Penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke, adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, sehingga sangat penting untuk mencegahnya sejak dini agar kualitas hidup tetap terjaga. Apa saja yang kita bisa lakukan?

Salah satu yang utama adalah menjaga gaya hidup sehat. Selain menerapkan pola makan bergizi seimbang dan rutin olahraga, istirahat cukup juga sama pentingnya. Sebuah penelitian terbaru memperingatkan bahaya dari kurang tidur untuk kesehatan kardiovaskular. Yuk, simak ulasan penelitiannya!

 

1. Penelitian melibatkan hampir 90.000 partisipan

Dimuat dalam European Heart Journal—Digital Health pada 9 November 2021 silam, para peneliti asal Huma Therapeutics, Inggris, ingin mencari tahu hubungan antara tidur larut malam dengan kejadian kardiovaskular.

Bertajuk “Accelerometer-derived sleep onset timing and cardiovascular disease incidence”, para peneliti Inggris mengandalkan data dari UK Biobank. Dari lebih dari 100.000 data partisipan tahun 2006-2010, sebanyak 88.026 partisipan dengan usia rata-rata 61 tahun diikutsertakan. Mayoritas partisipan adalah perempuan.

 

2. Pengukuran jam tidur dan kesehatan kardiovaskular

Para partisipan mengisi kuesioner diri, jam tidur, pengalaman gangguan tidur, dan kebiasaan merokok. Selain itu, para peneliti juga memantau indeks massa tubuh (BMI), tekanan darah dan kolesterol, serta diabetes.

Lalu, para partisipan mengenakan gelang akselerometer untuk memantau tidur. Periode penelitian berlaku 7 hari 7 malam. Para peneliti kemudian memantau para partisipan selama 5,7 tahun untuk memastikan kejadian penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung, gagal jantung, penyakit jantung iskemik kronis, dan stroke ringan.

 

3. Hasil: tidur larut malam mengakibatkan penyakit kardiovaskular

Selama masa pemantauan tersebut, sebanyak 3.172 partisipan mengembangkan penyakit kardiovaskular. Menariknya, risiko penyakit kardiovaskular pada populasi perempuan berbeda dengan laki-laki

Penelitian tersebut menemukan bahwa penyakit kardiovaskular lebih jarang ditemukan pada perempuan yang tidur antara pukul 10-11 malam. Sementara itu, untuk perempuan yang tidur pada pukul 11-12 malam, risiko penyakit kardiovaskular naik 12 persen.

Jika tidur lewat tengah malam, maka risikonya naik 25 persen. Menariknya, apabila tidur di bawah jam 10 malam, risiko kardiovaskular beda tipis, yaitu 24 persen.

Lalu, bagaimana dengan laki-laki? Risiko penyakit kardiovaskular ditemukan lebih tinggi pada populasi yang tidur sebelum pukul 10 malam.

 

4. Faktor yang berperan selain tidur

Dilansir Verywell Health, para kardiolog dan ahli tidur mengatakan bahwa durasi tidur lebih penting daripada jam tidur. Selain itu, jika seseorang terbiasa tidur lebih awal atau lebih larut, kemungkinan besar, jika seseorang terbiasa tidur tengah malam dan terbangun jam 8 pagi, maka ritme sirkadiannya sudah terbiasa seperti itu.

Mengenai kenapa risiko ini terlihat lebih besar pada perempuan. Mengutip Medical News Today, usia adalah kata kunci. Pada perempuan, risiko kardiovaskular lebih besar pada usia menopause.

Lalu, mengapa tidur lebih awal menghasilkan risiko penyakit kardiovaskular yang beda tipis dengan tidur larut malam? Salah satu dugaannya adalah bahwa mereka yang tidur lebih awal sebenarnya kurang tidur, sehingga tidur lebih awal. Kurang tidur ini yang menjadi faktor penentu penyakit kardiovaskular.

Selain jam dan durasi tidur, sebenarnya kondisi tidur juga menjadi pertimbangan lain. Salah satunya adalah kondisi henti napas saat tidur atau sleep apnea. Banyak penelitian yang menyatakan bahwa sleep apnea bisa menjadi salah faktor utama gangguan tidur dan penyakit kardiovaskular.

 

5. Tidur larut malam membuat ritme sirkadian berantakan

Kepala penelitian tersebut, David Plans, PhD, mengatakan bahwa tubuh—lewat ritme sirkadian—sudah menetapkan jam tidur dan bangun. Akan tetapi, jika kita melanggar jam tersebut, maka risiko gangguan kesehatan jauh lebih besar.

“Waktu paling berisiko adalah setelah tengah malam. Kemungkinan besar karena kebiasaan ini mengurangi kesempatan untuk terpapar mentari pagi yang mana dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh,” ujar David yang juga adalah dosen Department of Experimental Psychology di University of Oxford, Inggris.

Sementara penelitian ini tidak menjelaskan hubungan kausalitas antara jam tidur dan penyakit kardiovaskular, temuan ini memperlihatkan jam tidur yang terlalu larut atau terlalu awal dapat mengacaukan ritme sirkadian. Akibatnya, kesehatan kardiovaskular yang kena imbasnya. [red]

 

Sumber: IDN Times

Tinggalkan Balasan