BIZ FASHION BIZ HOBBY NEWS

Kamu yang Peduli Bumi? Ini 5 Merek Fesyen Lokal Keren

BIZ FASHION – Ingin hidup lebih mindful dan peduli bumi? Gimana kalau mulai dari cek isi lemari bajumu? Tanpa disadari, jangan-jangan lemari kamu penuh dengan produk bermaterial tak ramah lingkungan atau diproduksi perusahaan yang gak adil sama pekerjanya.

Padahal, sekarang udah ada lho fesyen berkelanjutan alias sustainable fashion. Ini adalah gerakan pembaruan dalam fashion yang sebisa mungkin menguntungkan semua pihak, termasuk lingkungan dan buruh. Gerakan ini jadi alternatif atas fast fashion yang makin disoroti karena dinilai eksploitatif.

Seiring meluasnya kesadaran sosial dan lingkungan, pendukung fesyen berkelanjutan pun makin meningkat. Koalisi Seni juga mulai ikut dalam gerakan ini, lho, dengan menyediakan tote bag yang lebih ramah lingkungan.

Lalu, apa ada merek fesyen dengan prinsip berkelanjutan yang asli Indonesia? Tentu saja! Ini lima di antaranya yang dilansir dari Koalisi Seni:

1. Made by Tierra

Merek yang diluncurkan pada Agustus 2021 ini berfokus pada pakaian perempuan yang eco-friendly. Wujud kepedulian lingkungan jenama ini antara lain dengan menggunakan material seperti tencel dan rayon yang diklaim dapat terurai secara alami.

Tak hanya itu, bahan-bahan tersebut bersumber dari dalam negeri untuk mendukung bisnis dan komunitas lokal. Setiap produk Made by Tierra juga dikemas tanpa plastik.

2. Khaya Heritage

Kalau yang satu ini adalah merek fesyen spesialis batik. Berdiri pada 2015, Khaya Heritage juga menyediakan produk pakaian anak. Komitmen merek ini mengedepankan kelestarian alam dan etika dalam praktik bisnis fesyen lahir setelah menyadari besarnya kerusakan yang telah ditimbulkan industri ini.

Upaya Khaya Heritage untuk mendukung prinsip berkelanjutan antara lain dengan memanfaatkan pewarna kain yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Selain itu, material kain dipotong dengan metode zero-waste cutting untuk memastikan tak ada kain perca yang terbuang dalam produksi.

3. Second and Earth

Berbeda dengan merek fesyen konvensional, Second and Earth mengusung prinsip thrifting. Mereka tidak memproduksi pakaian sendiri. Jenama ini menerapkan prinsip konsinyasi, yaitu menerima pakaian layak yang sudah tak dipakai pemiliknya untuk dijual kembali.

Pemberi pakaian dapat memilih untuk menerima pembayaran pada setiap transaksi, tiap 1 bulan, tiap 3 bulan, atau pada masa akhir konsinyasi yaitu 6 bulan. Media sosial mereka juga rutin memberi edukasi seputar fesyen yang lebih baik.

4. Pijakbumi

Pijakbumi merupakan merek fesyen yang berbasis di Bandung, Jawa Barat. Produk andalannya adalah sepatu perempuan maupun laki-laki yang dibuat dengan seminim mungkin jejak karbon.

Selain berdesain keren dan durable, sepatu-sepatu Pijakbumi memanfaatkan material daur ulang seperti ban bekas, sabut kelapa, hingga serbuk kayu pinus.

5. Sejauh Mata Memandang

Sejauh Mata Memandang memadukan model pakaian tradisional Indonesia dengan modern twist. Merek ini menjual berbagai jenis pakaian, masker, hingga kain dan sabun.

Tiap produknya hanya menggunakan material natural atau tekstil dari limbah sisa konsumsi yang diproses menjadi bahan baru. Selain itu, merek ini juga mengusung kampanye Sejauh Kita di mana setiap pembelian 1 pakaian akan dikompensasi dengan penanaman atau pemulihan 1 pohon.

Tinggalkan Balasan