BIZ BEAUTY BIZ HEATH

Di Luar Negeri Dianggap Mewah, Tapi Biasa Saja di Indonesia?

Apa yang dianggap mewah/mahal di luar negeri tetapi biasa saja di Indonesia?

Jawaban 1 oleh Shikii Samekto

Saya tadi siang ngobrol dengan teman model dari US. Yang dianggap mahal disana adalah BPJS, padahal untuk orang Indonesia hal ini biasa saja.

Jadi awalnya saya cerita tentang pengalaman teman saya di Indonesia yang karena kondisi ekonomi pandemi menderita gangguan anxiety yang parah sehingga dia harus menggunakan BPJS untuk mengunjungi psikiater. Pengobatan nya ditanggung penuh oleh BPJS.

Teman saya menjawab “WTF??” Lalu menjelaskan bahwa disana psikiater tidak ditanggung oleh asuransi miliknya dan tidak ada bantuan pemerintah sehingga dia membayar sendiri $130USD sejam belum lagi biaya obat yang harus dia beli sendiri.

Di US ada beberapa program pemerintah tapi tidak semurah atau semenyeluruh BPJS. US kalah jaminan sosialnya dari negara berkembang. Tentu di negara maju lain seperti UK ada NHS yang lebih bagus dan universal dari BPJS. Di negara Eropa lain juga biaya asuransi di atur atau diberi bantuan oleh pemerintah. US saja ketinggalan.

Intinya ya BPJS walaupun masih banyak kelemahan adalah suatu program yang harus dibanggakan oleh rakyat Indonesia. Semoga lebih berkembang lagi.

Jawaban 2 oleh Sri Rezeki

Ada beberapa yang kalau saya bilang saya biasa atau punya ini di negara asal saya, temen-temen saya orang luar negeri akan melongo sambil bilang β€œeh sugoi!” Atau β€œWow!”, yaitu:

1. Supir Pribadi dan ART

Kalau di Indonesia, lumrah sekali untuk kelas menengah ke atas punya supir pribadi dan ART. Waktu saya pulang liburan ke Indonesia dan cerita aktivitas saya di Indonesia ke teman-teman saya Non-Indonesian dan menyebutkan saya dijemput supir mereka langsung bilang β€œWhat? Are you that rich?” Ya wajar saja jika mereka kaget, karena di luar negeri yang punya supir pribadi hanya lah yang ultra kaya. Begitu pun dengan ART. Baby sitter saja di Paris mahal. Teman saya pernah jadi baby sitter di Paris nyambi pas kuliah dibayarnya per jam buat jadibebe-nounou.

2. Masseuses (Tukang Pijat)

Ekspresi yang sama ketika mereka dengar keluarga kami punya masseuses. Padahal nothing fancy, hanya mbok-mbok yang biasa mijet di keluarga kami saja. Saya rasa banyak keluarga di Indonesia juga yang punya tukang pijat pribadi. Tentunya kalau di luar negeri, hanya sekelas sultan saja yang bisa. Ketika saya di Paris tahun 2012, satu jam massage itu biayanya sekitar 32 euros.

3. Eating out

Saya sering makan di luar, dan banyak teman Non-Indonesians saya yang menganggap makan di luar lebih dari 3 kali seminggu itu sudah sultan. Padahal ya kalau di Indonesia kan makan di luar tidak mahal-mahal amat.

4. Potong Rambut di Salon

Potong rambut di salon di-consider mahal kalau di luar negeri. Sekali potong rambut bisa habis 30–35 euros (harga tahun 2012–2014), mungkin sekarang lebih mahal lagi. Potong rambut di Indonesia, kalau cuman di Johny Andrean cuman 200ribu saja. Ya kalau potong rambutnya di The Parlour Indonesia sih ya bisa jutaan. Tapi kan tidak semua Orang Indonesia bisa potong rambut di the parlour, jadi kita ambil rata-rata saja, potong rambutnya di JA.

5. Semua Buah Tropis

Harga rambutan, mangga, jambu air, durian, semuanya mahal. Padahal kalau di Indonesia ya biasa saja, mungkin durian saja yang harganya agak mahal, yang lain bahkan kalau lagi musim, metik saja di depan rumah, hehe..

6. Anything with Kayu dan Rotan

Perabot rumah berbahan kayu dan rotan akan sangat mahal sekali di luar negeri. Di Paris dekat apartemen saya, ada toko artisan yang jual segala ornamen dan kayu dan rotan dan satu pot kayu kecil harganya bisa 10–20 kali lipat di Indonesia.

7. Indomie

Pas saya di Paris tahun 2012–2014, harga satu bungkus Indomie itu 0,6 euro atau setara 7200 rupiah per bungkus. Padahal pada saat itu, harga Indomie di Indonesia mungkin hanya 2000 rupiah.

8. Anything handmade

Baju atau tas yang handmade itu sangat mahal di luar negeri, di Indonesia orang-orang belum bisa menghargai karya-karya handmade secara penuh. Ada yang sudah awaken, tapi banyak yang belum. Malah yang fast fashion kayak Zara, HnM, Mango, dkk yang dianggap keren, padahal semua itu hanya lah waste industry, tidak istimewa karena dibuat ribuan oleh pabrik.

Itu saja Mlle. Prima Aksara nanti kalau inget lagi, aku tambahkan ya. Bisous!

[sumber]

Tinggalkan Balasan