BIZ BEAUTY BIZ FRESH NEWS

Berapa sih Idealnya Durasi Tidur Kita Berdasarkan Jenjang Usia?

BIZ FRESH – Tidur ideal dibutuhkan orang-orang di segala jenjang umur untuk mempertahankan kesehatan mereka. Durasi tidur biasa dipotong demi alasan pekerjaan, kebutuhan keluarga, dan alasan lain. Padahal, kehilangan waktu tidur dapat meningkatkan potensi obesitas, diabetes tipe 2, tensi yang tinggi, masalah jantung, hingga kesehatan mental yang buruk.

Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), setiap jenjang usia memiliki durasi tidur idealnya masing-masing. Berikut rinciannya:

Usia 0-3 bulan: 14-17 jam per hari

Usia 4-12 bulan: 12-16 jam per hari

Usia 1-2 tahun: 11-14 jam per hari

Usia 3-5 tahun: 10-13 jam per hari

Usia 6-12 tahun: 9-12 jam per hari

Usia 13-18 tahun: 8-10 jam per hari

Usia 18-60 tahun: 7 jam atau lebih per hari

Usia 61-64 tahun: 7-19 jam per hari

Usia 65 atau lebih: 7-8 jam per hari

Meskipun durasi waktu tidur penting, kualitas tidur seseorang juga penting. Tanda-tanda dari kualitas tidur yang buruk adalah rasa lelah atau kantuk meskipun telah mendapatkan tidur yang cukup, berkali-kali terbangun saat tidur malam, dan gejala gangguan tidur lain. “Jika Anda memiliki keluhan gangguan tidur, ada baiknya menghubungi dokter,” tulis CDCdikutip Tempo dari laman resminya, Rabu, 21 April 2021.

Berikut merupakan beberapa cara untuk meningkatkan kualitas tidur seseorang:

Konsisten untuk tidur dan bangun tidur pada waktu yang sama setiap harinya.

Pastikan kamar memiliki suasana nyaman, sunyi, gelap, dan ada pada suhu yang diinginkan.

Jauhkan alat elektronik dari kasur.

Jauhi makanan dalam porsi besar, kafein, dan alkohol sebelum tidur.

Melakukan olahraga yang cukup di pagi dan siang harinya.

Manfaat dari menjalani tidur yang ideal antara lain berkurangnya risiko terjangkit penyakit, mempertahankan berat badan yang ideal, mengurangi stres, meningkatkan suasana hati, dan dapat berpikir jernih.

“Durasi tidur ideal juga dapat mencegah terjadinya kecelakaan, seperti tabrakan kendaraan,” kutip Tempo dari laman Health.gov, Kamis, 8 Juli 2021. [red]

 

Sumber: TempoCO

Tinggalkan Balasan